Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Gembira adalah Obat

Aku pernah membaca sebuah tulisan di kedai kopi, begini tulisannya: Gembira adalah obat yng tidak dijual di toko obat. Aku membaca tulisan itu dalam keadaan hati yang gembira. Dan aku menyetujui tulisan itu. Aku setuju, bahwa ketika kita menghadapi sebuah kesakitan dengan hati yang gembira, aku percaya bahwa itu adalah obat dari segala jenis kesakitan. Ketika kita masih bisa tetap tersenyum dan tertawa ditengah segala kesulitan, sebenarnya kemudahanlah yang akan datang setelahnya. Ketika kita bisa memahami bahwa kesedihan tidak datang sendirian, melainkan sepaket dengan kegembiraan, lalu untuk apa kita bersedih terus-terusan? Pikiran seperti itulah yang sebetulnya bermakna obat. Obat yang tidak dijual di toko obat. Obat yang kita ciptakan di dalam hati kita masing-masing. Obat dari segala kesakitan yang kita alami. Tapi kini, aku tidak sengaja membaca lagi tulisan "itu" dalam galeri ponselku. Dan bedanya, aku membacanya dalam keadaan yang berbeda dari terakhir kali aku mem...